Workshop Penulisan Buku

Workshop Penulisan Berbagai Jenis Buku (kuliah, referensi, popoler, renungan, dsb), Rabu 14 Feb 2018, di Kampus Dhyana Pura, Bali.

Jam 09.00 – 16.00 WITAcover-pemasaran-pariwisata1

Terbuka untuk Para Dosen, Pendeta, dan Umum (Free untuk Dosen Tetap Undhira, Kontribusi Rp. 150 Ribu untuk yang lainnya sebagai pengganti Snak Makan Siang, Pembuatan Sertifikat)

NARASUMBER UTAMA

Bapak Joko Irawan Mumpuni Direktur Penerbit Andi Yogyakarta akan memberikan Tips dan Informasi mengenai Seluk Beluk Dunia Penerbitan.

TUTOR PERTAMA (Dr. I Gusti Bagus Rai Utama) akan menyampaikan teknik penulisan -) Teknik membuat Daftar Isi, Index, Glosarium, Daftar Pustaka, Translate (alih bahasa

TUTOR KEDUA (Dr. Dermawan Waruwu) akan menyampaikan teknik Per-Bahasa-an -) Abstrak, Pendahuluan, Isi, dan Kesimpulan.

YANG BERMINAT, SILAHKAN ISI FORM ONLINE DI SINI!
https://goo.gl/F5w6yb

Advertisements
Posted in Journal | Leave a comment

Melirik Potensi dan Kekuatan Wisatawan Lanjut Usia di Bali Indonesia

Cover MELIRIK POTENSI 1.jpgSaat ini segmen pasar wisatawan mancanegara lanjut usia telah menjadi penting bagi industri pariwisata. Kelebihan kelompok wisatawan lanjut usia ini terletak pada dua hal, yakni kekuatan daya beli dan waktu luang. Berdasarkan pertimbangan tersebut, penelitian ini dilakukan. Penelitian ini merupakan konfirmatori terhadap model loyalitas wisatawan yang telah dibangun oleh peneliti sebelumnya, tetapi secara khusus meneliti  wisatawan mancanegara lanjut usia. Respondennya berjumlah 400 orang yang ditentukan secara purposif. Kriterianya adalah wisatawan lanjut usia yang berumur sekurang-kuranngya 55 tahun, dan berlibur pada salah satu kawasan pariwisata di Bali. Alat analisis kuantitatif berupa statistik deskriptif dan analisis model struktural SEM-AMOS. Analisis kualitatifnya adalah  kualitatif deskriptif yang bertujuan melengkapi analisis kuantitatif. Profil responden terdiri atas 57 persen laki-laki, dan 43 persen perempuan. Tujuh puluh tiga persen berumur antara 55 hingga 65 tahun, dan 27 persen berumur lebih dari 65 tahun.  Empat puluh satu persen berasal dari negara lainnya. Delapan puluh satu persen di antara responden adalah repeater.   Hasil penelitian ini membuktikan bahwa, (1) motivasi internal ternyata tidak berpengaruh signifikan terhadap citra destinasi,  kepuasan, dan loyalitas wisatawan. (2) motivasi eksternal berpengaruh signifikan terhadap citra destinasi, dan loyalitas wisatawan, tetapi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan wisatawan. (3) citra destinasi berpengaruh siginifikan terhadap kepuasan wisatawan. (4) kepuasan wisatawan berpengaruh signifikan terhadap loyalitas. Terbentuk dua jalur hubungan loyalitas, yakni: (1) loyalitas wisatawan dipengaruhi secara langsung oleh kepuasan wisatawan, secara tidak langsung oleh citra destinasi, dan motivasi eksternal. (2) loyalitas wisatawan dipengaruhi secara langsung oleh motivasi eksternal, tetapi pengaruhnya tidak sekuat pengaruh kepuasan wisatawan terhadap loyalitas wisatawan. Secara teoritis, disarankan untuk mempertahankan pendekatan gabungan karena pendekatan ini mampu menjawab berbagai permasalahan yang tidak mampu dijawab melalui pendekatan kuantitatif saja. Secara praktis, mempertahankan citra destinasi pariwisata Bali yang telah  baik. Citra tersebut adalah (1) destinasi pariwisata Bali dianggap memiliki keunikan budaya, (2) penduduk yang ramah, (3) infrastruktur pariwisata yang lengkap, dan (4) memiliki suasana yang nyaman untuk berwisata.

Posted in Journal | 1 Comment

Bali Dalam Pelangi Opini dan Solusi

di Cover Bali dalam Opini.jpgdunia tulis-menulis, artikel koran tentu sangat dikenal secara akrab, sebab setiap hari selalu tersaji secara intensif beberapa artikel di surat kabar yang terbit harian. Namun tidak semua orang mengatahui bahwa banyak buku lahir dari kumpulan artikel seorang penulis yang memberanikan diri menyulap kepingan-kepingan kliping tulisannya menjadi sebuah buku.

Buku ini merupakan kumpulan tulisan berupa opini yang pernah diterbitkan oleh beberapa media populer seperti Bali Post, Pos Bali, Bali Tribun, Majalah Bali Post, dan sebagainya.

Maksud dan tujuan artikel dan opini ini dibukukan adalah untuk menampilkan perkembangan pemikiran penulis tentang Bali yang terkait dengan permasalahan kepariwisataan, sumberdaya manusia dan permasalahan lainnya yang dapat diamati dalam masyarakat.

Sebagaian opini yang ada pada buku ini telah menjadi sebuah kebenaran karena terbukti sesuai apa yang telah diopinikan sebelumnya, sebagiannya lagi belum terbukti. Walaupun demikian, buku ini dapat mengingatkan kita bersama bahwa permasalahan dalam masyarakat akan terus ada, dan penulis berusaha memberikan solusi berupa opini.

Semoga buku ini dapat memotivasi lahirnya para penulis baru, dan menginspirasi para stakeholders pembangunan untuk menerapkan solusi yang telah ditawarkan pada setiap terbitan opini.

Terimakasih atas  kesediaan para pengelola media yang telah memberikan ruang dan waktu untuk berbagi opini dan solusi, semoga Bali kedepan menjadi lebih maju dan berkelanjutan.

Posted in Journal | 1 Comment

Textbooks Store: The Market Power of Seniors Tourism in Bali Indonesia, Agrotourism as an Alternative form of tourism in Bali Indonesia

Textbooks Store
marketing_1_7592-1_001.jpg
In the recent years, the senior foreign tourist segment has become increasingly important for the tourism industry. The strength of this market segment lays its two characteristics: the purchasing power and the time available for travel. This research was conducted based on these considerations. This research is confirmatory to the loyalty model developed by previous research, but specifically studied foreign senior tourists. The 400 respondents for this research were determined purposely. The criteria were senior tourists aged 55 or over and tourists vacationing in one of Bali’s tourism destinations. Descriptive statistical analysis and the SEM-AMOS structural model analysis tools were utilized. Meanwhile the qualitative analysis is descriptive, to complement the quantitative analysis.
marketing_1_3504-1_001.jpg
by I Gusti Bagus Rai Utama
This study discusses the general preview of tourism and agriculture in Bali, the opportunities and barriers of agrotourism development in Bali, stakeholders’ opinions concerning the development of agrotourism in Bali, agrotourism contributions toward economy and social situation improvements of the local communities, and contributions of agrotourism toward contribute for sustainable tourism development. This data collected through survey method using questionnaires distributed to 60 respondents from four groups of farmers comprise: Bayung Gede, Candikuning, Blimbingsari, and Pelaga Villages as samples. This study also used 35 expert respondents who come from each local community, universities, NGOs, and local governments.
 
Textbooks Store: The Market Power of Seniors Tourism in Bali Indonesia, Agrotourism as an Alternative form of tourism in Bali Indonesia
Posted in Journal | 1 Comment

Penerbit Baru Harus Pakai Akta Notaris

ISBN: Penerbit Baru Harus Pakai Akta Notaris

Hai…hai.. Ada kabar yang kurang enak didengar nich. Bagi Anda yang baru saja mulai mempraktikkan self publishing, bersiap-siaplah kesulitan mengurus ISBN (international serial book number). Pasalnya kini, khususnya untuk penerbit baru, harus melampirkan akta notaris dari penerbit yang bersangkutan. Hmm…. Makin rumit aja ya.

Informasi ini saya peroleh baru saja tadi pagi. Waktu ada klien yang ingin mencetak bukunya, dia meminta tolong SB untuk menguruskan ISBN-nya. Namun, setelah semua syarat-syarat kami fax, ternyata setelah kami menghubungi ISBN, jawabannya seperti itu. Bahwa untuk penerbit baru, harus dilampirkan akta notaries. Ini berlaku sejak 01 Januari 2012. Weleh..weleh…

Lebih Rumit

Pengurusan ISBN memang dari waktu ke waktu berubah-ubah. Awalnya membayar (Rp 60,000 untuk barcode dan Rp 25,000 non barcode). Ini seperti yang sudah saya tulis dalam buku Self Publishing Kupas Tuntas Rahasia Menerbitkan Buku Sendiri (Samudra Biru: 2010). Lalu sejak Januari 2011 tidak lagi membayar. Ee.. tak taunya, sejak Januari 2012 syaratnya tambah rumit.

Kebijakan untuk melampirkan akta notaris, mungkin mempunyai nilai positif. Yakni agar para penerbit memang serius menekuni profesinya. Ini juga mungkin untuk antisipasi penerbit abal-abal. Tapi gak ngerti lah saya apa maksud kebijakan Perpustakaan Nasional terkait ini.

Namun yang jelas, para penulis yang hendak menerbitkan bukunya sendiri, kini dihadang persyaratan baru tersebut. Oleh karenanya, siap-siaplah untuk menghadapi kebijakan ini bagi para self publisher.

Akan tetapi, di sisi yang lain ini tentu cukup menguntungkan bagi penerbit lama yang sudah mendaftarkan diri memperoleh ISBN. Para self publisher mungkin bisa bekerjasama dengan penerbit lama ini. Dan yang pasti, bersiap-siaplah juga untuk merogoh kocek lebih dalam, karena mungkin penerbit lama pasang tarif lebih tinggi lagi untuk pengurusan ISBN, walau sebenarnya gratis.

Jadi, mungkin nanti Anda akan memaklumi kalau para penerbit memasang tarif lebih mahal. Apalagi, sekarang BBM mau naik, hahaha…. Tapi yang jelas, mahalnya itu menyangkut brand yang sudah dibangun sejak lama oleh penerbit yang bersangkutan.

Bagaimana dengan penerbit samudra biru? Ah, jangan khawatir, kami akan tetap memperlakukan Anda secara istimewa, hee… Jadi, kalau mau bekerjasama, untuk memperoleh ISBN-nya cukup menanggung biaya fax dan komunikasi dalam kisaran Rp 50,000 sampai Rp 100,000. Murah kan?

Taktik

Peraturan ini saya kira bukan kiamat bagi para self publisher. Mungkin kalau boleh saran, kalau tetap ingin menggunakan ISBN dalam penerbitan bukunya maka bekerjasamalah dengan penerbit lama. Caranya begini, dalam halaman isi nanti ditulis misalnya begini: “Diterbitkan oleh Penerbit Samudra Biru untuk: Kelompok Studi Jeruk Purut…..”

Saya kira ini taktik yang sudah dipakai oleh kebanyakan penerbit sejak dulu. Sehingga, kebijakan baru ini janganlah mematahkan semangat para self publisher untuk menerbitkan bukunya sendiri.

Anda masih merasa kebingungan? Jangan khawatir, hubungi saya tak jamin tambah bingung…hahaha…. Nggak lah bercanda. Yang pasti, saya siap membantu Anda dalam hal ihwal self publishing. Gratis…tis..tis…tis…!! (Cuma cetaknya bayar loh, heee).

Sumber: Penerbit Samudra Biru

Posted in Journal | 1 Comment

The Market Power of Seniors Tourism in Bali Indonesia

ABSTRACT

In the recent years, the senior foreign tourist segment has become increasingly important for the tourism industry. The strength of this market segment lays its two characteristics: the purchasing power and the time available for travel. This research was conducted based on these considerations. This research is confirmatory to the loyalty model developed by previous research, but specifically studied foreign senior tourists. The 400 respondents for this research were determined purposively. The criteria were senior tourists aged 55 or over and tourists vacationing in one of Bali’s tourism destinations. Descriptive statistical analysis and the SEM-AMOS structural model analysis tools were utilized. Meanwhile the qualitative analysis is descriptive, to complement the quantitative analysis.  The demographic profiles of the respondents composed of 57 percent male travelers, and 43 percent female. Tourists in the age group of 55 to 65 are 73 percent, and 27 percent over 65 years.  The findings of this research indicated that: (1) Push motivation does not have a significant effect on destination image. (2) Pull motivation has a significant effect on destination image and loyalty, but does not have a significant effect on tourist’s satisfaction. (3) Destination image has a significant effect on tourist’s satisfaction. (4) Tourist’s satisfaction has a significant effect on destination loyalty. Two loyalty models were formed: (1) Destination loyalty is directly influenced by tourist’s satisfaction, and indirectly influenced by destination image and pull motivation. (2) Destination loyalty is directly influenced by pull motivation, but the influence is not as significant as the influence of tourist’s satisfaction on loyalty. Theoretically, the research suggests maintaining the joint approach because this approach is able to answer various questions that quantitative approach alone cannot answer completely. From a practical perspective, the preservation of Bali’s destination image was found to be adequate. The image of Bali include: (1) a destination that has cultural uniqueness, (2) welcoming local inhabitants, (3) comprehensive tourism infrastructure, and (4) comfortable tourism atmosphere.

Keywords: senior foreign tourists, push motivation, pull motivation, destination image, tourist’s satisfaction, tourist’s loyalty.

Special Offers and Product Promotions
Click here……

Posted in Journal | 1 Comment

TIP dan TRIK Membuat Karya Tulis Ilmiah: Inilah 5 Jenis Tulis Ilmiah

Cara membuat karya tulis ilmiah bukanlah sesuatu yang mudah, namun penghargaan moril yang ditawarkan dengan menulis karya ilmiah sungguh tinggi.

Cara membuat karya ilmiah perlu Anda lakukan sebagai dosen dalam rangka publikasi karya ilmiah. Para ilmuwan telah mendefinisikan karya/karangan ilmiah dalam berbagai pengertian. Salah satunya adalah Eko Susilo (1995:11) yaitu “Karangan ilmiah merupakan suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isisnya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya/ keilmiahannya.” Dalam kata lain, karya ilmiah adalah karya tulis yang berlandaskan kebenaran yang objektif dan positif sesuai data dan fakta di lapangan. Cara membuat karya tulis ilmiah tidak berlandaskan kebenaran yang bersifat normatif. Adapun kesimpulan subjektif, subjektifitas dalam karya ilmiah tidak boleh terlalu dominan, karena kebenaran dalam karya ilmiah harus tetap terjaga dari campur tangan pendapat pribadi semata.

Sebelum melakukan cara membuat karya tulis ilmiah, Anda pelru mengetahui jenis-jenis karya ilmiah. Produk cara membuat karya tulis ilmiah dibedakan berdasarkan penggunaannya. Beberapa di antaranya, digunakan sebagai laporan penelitian bagi lembaga yang membiayai segala hal yang berkaitan dengan penelitian tersebut. Lain halnya dengan karya ilmiah untuk seminar, karya ilmiah ini biasanya berupa jurnal ataupun makalah yang berkaitan dengan topik seminar. Meskipun begitu, pada umumnya di perguruan tinggi, Arifin (2003:1) menyimpulkan ada 5 jenis karya ilmiah yaitu; makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, dan disertasi.

 

  1. Makalah

Makalah adalah salah satu produk cara membuat karya tulis ilmiah yang memuat kajian tentang suatu masalah di lingkungan sekitar. Landasan pembahasanya adalah keberadaan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Kajian yang termuat dalam makalah menggunakan pola pikir yang deduktif dan induktif. Pola pikir deduktif adalah cara berpikir yang ditangkap atau diambil dari pernyataan yang bersifat umum lalu ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Sedangkan pola pikir induktif adalah cara mempelajari sesuatu yang bertolak dari hal-hal atau peristiwa khusus untuk menentukan hukum yang umum.

Makalah juga bisa diartikan sebagai karya akademis produk dari cara membuat karya tulis ilmiah yang diterbitkan pada suatu jurnal yang bersifat ilmiah. Salah satu karya ilmiah ini juga biasanya digunakan sebagai persyaratan ujian pada suatu mata kuliah. Terlebih lagi, dalam tugas tersebut biasanya mahasiswa dituntut untuk memuat saran pemecahan tentang suatu secara ilmiah kedalam makalah mereka. Walau makalah adalah bentuk paling sederhana diantara karya tulis ilmiah lainnya, bahasa yang digunakan dalam makalah tetaplah bahasa yang tegas dan lugas.

  1. Kertas Kerja

Mungkin jenis ini tidak terlalu populer di antara jenis karya ilmiah lainnya, tetapi karya ilmiah ini juga disajikan berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Dalam teori akuntansi, Kertas kerja adalah suatu alat bantu untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan dan membantu proses penutupan buku besar suatu perusahaan (kemdikbud.go.id). Berdasarkan teori itu pula, kertas kerja disimpulkan sebagai alat bantu dalam penyusunan laporan penelitian yang lebih kompleks. Analisis dalam kertas kerja lebih mendalam daripada analisis dalam makalah. Pada umumnya, kertas disajikan dalam kegiatan seminar ataupun lokakarya.

1. Skripsi

Skripsi adalah istilah yang digunakan di dunia dikti Indonesia dalam pengilustrasian karya tulis ilmiah guna memperoleh gelar sarjana (S1). Penyusunan skripsi tidak boleh disusun oleh mahasiswa semata, namun ada seorang dosen ataupun tim yang ditunjuk untuk membimbing mahasiswanya. Meskipun begitu, tidak semua perguruan tinggi di Indonesia menerapkan sistem wajib melakukak cara membuat karya tulis ilmiah dalam bentuk skripsi untuk kelulusan mahasiswanya.

Pada pengertian yang lebih mendalam, skripsi adalah karya ilmiah yang memuat pendapat penulis terhadap pendapat orang lain. Pendapat yang dikemukakan wajib berlandaskan data dan fakta yang empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung dan tidak langsung. Penelitian langsung adalah penelitian yang diambil berdasarkan observasi lapangan dan percobaan di laboratorium. Sedangkan penelitian tidak langsung adalah penelitian yang diambil melalui studi kepustakaan. Kedua jenis penelitian ini dibutuhkan jika ingin memenuhi syarat pembuatan skripsi yang bagus.

Dalam cara membuat karya tulis ilmiah berupa skripsi, ada tata aturan yang berlaku. Metodologi penelitian yang dibuat harus teliti dan cermat agar tidak salah arah. Selain itu, adapun dalil-dalil dibutuhkan dalam pembuatan skripsi bertujuan untuk menjaga keselarasan kajian dengan bidang yang digelutinya. Setiap bidang jurusan memiliki dalil-dalil, hukum, dan segi tata kerja yang bermacam-macam.

2. Tesis

Hampir seperti, tesis adalah pernyataan atau teori yang didukung oleh pendapat-pendapat untuk dikemukakan sebagai studi sistematis dalam suatu masalah. Akan tetapi, tesis adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi. Tesis merupakan salah satu karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa pascasarjana secara individual berdasarkan hasil penelitian empiris untuk dijadikan sebagai kajian akademik.

Dalam cara membuat karya tulis ilmiah berupa tesis mengandung metode pengumpulan data, analisis pengolahan data, dan menyajikan kesimpulan beserta rekomendasi atas suatu masalah. Karya tulis ilmiah ini, lebih tepatnya, mendiskusikan tentang pengujian terhadap satu atau lebih hipotesis. Karya tulis ini juga nantinya digunakan sebagai syarat untuk mendapat gelar magister (S2) bagi mahasiswa pascasarjana.

3. Disertasi

Adalah karya tulis ilmiah yang mengutarakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang valid dengan analisis terperinci. Dalam kata lain, disertasi adalah karya ilmiah yang memuat teori baru dengan menguji hipotesis berdasarkan teori yang sudah ada sebelumnya. Paparan diskusi didalamnya juga memuat argumen serta sanggahan dari guru besar penguji suatu lembaga pendidikan tinggi.

Disertasi juga memiliki karakteristik tersendiri agar dapat dibedakan dengan tesis maupun karya ilmiah tingkat tinggi lainnya. Disertasi berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin Ilmu Pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari. Kajian dalam disertasi juga berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam. Selain itu, karya ilmiah ini menggunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data sekunder apabila diperlukan. Disertasi diitulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.

Karya ilmiah perlu melalui cara membuat karya tulis ilmiah yang bersifat orisinil. Orisinil yang dimaksud adalah karya ilmiah ini memang hasil nyata dari penulis itu sendiri. Data yang ada didalamnya harus dibatasi sebagai referensi semata, dan tidak boleh mengganggu orisinilitas disertasi. Jika temuan orisinil ini dapat bertahan dari setiap sanggahan guru besar sebagai penguji, maka penulis berhak menyandang gelar doctor (S3).

Pada akhirnya kita wajib mengetahui setiap jenis karya ilmiah yang akan kita buat. Setiap karya pula, membutuhkan inovasi kedepan dan kerja keras didalamnya. Terlebih lagi, wajib hukumnya bagi kita, sebagai civitas academica, untuk memperkaya ilmu yang kita miliki. Semoga artikel ini bermanfaat buat Anda!

 

Demikian artikel berjudul Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah: Ini 5 Jenis Karya Ilmiah Yang Wajib Anda Ketahui! Semoga bermanfaat.

[Mas Aji Gustiawan]

 

Sumber: https://penerbitdeepublish.com/cara-membuat-karya-tulis-ilmiah-b51/

Posted in Journal | Leave a comment